Assalamualaikum
Selamat malam
Hari ini di pertengahan Januari, ketika adzan magrib
dikumandangkan, hpku berbunyi
Mas dedi – kakak lelaki tertuaku – menelepon, sejenak
terdiam..dia menanyakan kabarku. Lebih tepatnya kabar skripsiku, setengah tahun
sudah kami tak bertemu, setengah tahun pula skripsiku berjalan. Satu tahun aku
nganggur. Ada progress, tapi lamban mas.
“Jangan malas nduk”
“mama bilang ada yang kamu tutup-tutupi ya..diomongin yang
baik, biar nggak salah paham. Kasihan mama, tadi mama nelfon mas, cerita
masalah kamu, masalah skripsimu”
“kamu sering main ya..jangan sering main, fokus sama
skripsimu, mas pulang februari besok”
“kamu bilang wisuda katanya mau wisuda februari, ya mas
minta cuti bulan itu, mas kangen, pengen pulang”
“kamu harus punya target! Kalau kamu target lulus bulan
februari, ya kejar targetmu. Bukan saatnya lagi buat main-main!”
“inget, restu orang tua itu restunya Allah, kamu nggak
bakalan bisa apa-apa tanpa doa dari orangtua nduk”
“lihat mas, memang dulu mas ngelamak sama orang tua,
kabur-kaburan dari rumah..tapi mas sadar, ketika dulu mas banting tulang buat
nyari uang, tapi tetep hasil nggak seberapa, lalu mas sadar kesalahan mas, dan
mulai memperbaiki, rejeki mas langsung ngalir, mas sekarang dapet promosi nduk”
----------------------------------------
Jujur ini pertama kalinya, mas nasehati aku seperti ini,
akhirnya sosok kakakku kembali…
Bayangan wajah mama sama bapak bergantian memenuhi hati dan
otakku.
Target lulus februari depan bukan hanya sekedar target,
tapi sudah tertanam disanubari. Semoga Tuhan merestui.
“nurut sama orang tua, semua gerbang pasti terbuka”
Kering air mata…
Mak…tahun ini, bulan depan..anakmu bakal lulus mak
Tahun ini, aku janji mak, aku akan berusaha..Semoga Tuhan
merestui, toga itu akan terpasang dikepala.
Gelar itu akan tersemat dibelakang nama. Aku akan buat mak
bangga. Aku sayang mak….
semangat iruuuuus :)
BalasHapus