Kamis, 07 Januari 2016

pemeran utama

Assalamualaikum
Aku bersyukur kita bisa berjumpa kembali
Wahai dunia yang (masih) tidak nyata..

Otakku menari – nari..mencari sesuatu yang aku sendiripun tak tahu.
Aku hanya ingin bercerita kepadamu, kamu yang merasa hidupmu tak berarti apa-apa.
Kamu yang hanya menjadi peran pembantu, bahkan dihidupmu sendiri.
Hidup ini bagiku, bagai sebuah kumpulan kisah yang memiliki banyak judul.
Namamu adalah judul bagi kisahmu
Dan kamu (harusnya) jadi pemeran utamanya. Dengan Tuhan sebagai sutradara sekaligus penulis skenarionya. Aku yakin, Tuhan menjadikanku sebagai pemeran utama di hidupku, dikisahku..begitu pula kamu.
Tunggu, aku tak bermaksud memaksakan otaku padamu. Ini hanya sudut pandangku.
Aku tak ingin kunci bahagiaku aku titipkan pada manusia. Pun sama denganmu, aku tak ingin bahagiamu tergantung manusia.
Aku juga masih berproses, meyakini bahwa hidup ini hanya antara aku dan Tuhanku.
Yang lain? Hanya pemeran pendukung. Seorang pemeran pendukung tak boleh keluar dari naskah. Improvisasi bisa saja terjadi, tapi hanya bila sutradara menghendaki.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar