Minggu, 27 Desember 2015

aku merindukanMu, Tuhan...

Assalamualaikum…
Selamat pagi dunia..
Apa kabar surga..

Pagi ini di hari Minggu, aku terbangun dengan malas. Tidak ada yang berbeda hanya malas yang membedakan. Namun hati dan pikiran tetap sama. Sebenarnya aku ingin cukup Tuhan dan aku saja yang tahu., tapi aku tidak ingin mereka yang merasakan hal yang sama sepertiku merasa sendirian, bimbang dan akhirnya putus asa. Tetap ingat dan yakin pada dirimu, kalian tak pernah sendiri.

Setelah tulisanku yang pertama bercerita tentang proses kepompongku..kali ini aku masih akan bercerita tentang prosesku didalam kepompong..mungkin aku merasa terkejut, aku belum terbiasa. Di waktu ini, aku tidak ingin melakukan satu kesalahan kecil pun, yang membuat Tuhanku marah padaku. Aku hanya memikirkan Tuhanku, Nabiku. Hanya mereka…hingga aku merasa dunia ini tak lagi nyata bagiku. Seluruh waktuku dari fajar hingga petang aku habiskan untuk mencari Mereka. Suau waktu aku merasakan ketenangan, dan dibanyak waktu lainnya aku merasa ketakutan..kecemasan..kekhawatiran yang berlebihan. Aku ingat pernah menyampaikan bahwa dadaku selalu sakit setiap hari, jantungku berdebar tak karuan, paru – paruku sesak, tangan dan kakiku selalu gemetar, hingga aku memutuskan untuk pergi ke dokter. Ini pertama kalinya dalam hidupku, aku berani memutuskan untuk pergi sendirian..di titik ini aku merasa “aku sudah dewasa”
Dokter itu bilang padaku, “kau seperti akan menghadap Tuhan saja..sampai – sampai tubuhmu merespon seperti itu” deg. Aku hanya bisa tersenyum dan menjawab “apa saya terlalu memikirkan skripsi ya dok?” hah. Alasan klasik, tidak mungkin kan, aku bilang “pak, besok saya mau mati..saya takut..saya takut dosa saya banyak pak..saya takut amal saya tidak bisa membantu saya menjawab pertanyaan malaikat” tidak kan? Kalo saya jawab seperti itu, mungkin bapak dokter itu bakal bilang “sepertinya anda salah tempat, lebih baik anda pergi ke pondok pesantren, bukan disini!?!!” -_-
Dan akhirnya setelah konsultasi yang ssangat singkat dan sedikit tidak jelas arah tujuannya, saya mendapatkan resep obat untuk diambil, dan sekali lagi ada permasalahan, aku tak membawa uang dan hanya bermodal nekat aku memberanikan diri bertanya pada apoteker “mas, saya tidak membawa uang..kira-kira itu berapa ya?” mas-mas apoteker menjawab “kamu mahasiswa sini? Fakultas apa? Sudah tidak perlu membayar, ini saya kasih obatnya” Alhamdulillah…Tuhan lebih tahu umatnya..
Yah seperti tulah akhirnya, aku mendapat sebuah obat yang harus saya minum 2x sehari dan mungkin karena sugesti, aku bisa mengatasi penyakit cemasku.

Memasuki bulan Desember..disini aku sedikit hilang arah..aku mulai bimbang..tentang Tuhan, kitabnya, dan Rasulnya..
Seseorang pernah bilang kepadaku “mbak, kalau kita belajar agama..harus ada gurunya, kalo belajar sendiri, inget loh..gurunya itu Setan” deg. Sekali lagi aku terhenyak. Bergeming.
Didalam pikiranku “aku harus punya guru” aku pun mulai mencari, siap yang pantas menjadi guruku.
Di Suatu sore, aku menangis disudut gedung di kampusku. Aku menangis pada Tuhan dibawah hujan..aku yakin, Tuhan akan mengabolkan doa umatnya ketika hujan.aku tidak tahu, apakah ini jawaban dari Tuhan atau bukan. Di tempat favoritku ini aku bisa memandang masjid yang mana dibagian depannya terdapat sekumpulan mbak-mbak yang sedang berbincang –mereka adalah remaja-remaja masjid- aku pun memberanikan diri untuk mendekati mereka. “Assalamualaikum..mbak, saya Ira.saya boleh ga belajar ngaji sama mbak-mbak sekalian” -__- aneh ya.
“waalaikumsalam dek, adek mau belajar ngaji apa?” “ya ngaji mbak, ngaji alquran” dalam pikiranku aku berkata “emang ngaji apaan lagi -___-“ “adek belum bisa ngaji sama sekali?”
Jujur sih agak tersindir, yah..aku dulu sekali pernah belajar ngaji kok, tapi ya dulu itu juga ga bisa dibilang pas-pasan, kurang malah. Alhasil sejak pertemuan itu, aku mulai belajar ngaji dan mengikut majelis ta’lim.
Eits..jangan berpikir dulu bahwa disini kebimbanganku berkurang, justru malah semakin kuat..
Iman mulai naik turun. Aku hanya bisa berdoa “Wahai Dzat yang Maha membolak-balikan hati manusia, tetapkanlah hati ini pada agama-Mu” aku tahu, Tuhan menghendaki siapa saja yang akan mendapat petunjuknya. Maka dari itu, aku terus berdoa memohon agar imanku selalu dijaga-Nya.
Tapi justru aku mulai bimbang..aku yakin Tuhan itu ada, tapi disini yang aku bimbangkan bukan kebernaran tentangnya..aku, lahir di keluarga muslim..yang notabene dari lahir aku adalah muslim. Semua orang terlahir sebagai muslim. Namun, disini aku hanya menerima yang orang tua dan guruku berikan padaku, Allah adalah Tuhan yang Maha Esa..Allah punya Malaikat yang menjalankan tugas-tugasnya, Allah punya Nabi –manusia manusia pilihan- dan Nabi yang menjadi Nabi seluruh umat manusia hingga kiamat  datang adalah Nabi Muhammad SAW. Nabi menyampaikan wahyu Allah yang dikumpulkan menjadi Alquran. Ingat, yang halal ini dan yang haram itu. Agama Islam adalah agama yang benar dimata Allah, dan ingat semua muslim akan masuk surga dan yang kafir di neraka. Aku hanya menerima.

Dititik ini, aku mulai berani bertanya..”Tuhan..siapa sebenarnya Engkau..? “mengapa kau menciptakan kami?” “apa tujuannya?” “Siapakah Nabi Muhammad itu?” “apa yang harus aku perbuat dengan Alquran?” “bagaimanakah surga itu?” aku mulai merasa, hidup ini tidak nyata..ya..tidak nyata..kadang aku mencubit sendiri tanganku “ini mimpi bukan sih?” kenapa aku merasa dunia ini tidak nyata, bahkan diriku pun tidak nyata..”  “aku ini sebenarnya apa..siapa?”
Ketika pertanyaan-pertanyaan ini hinggap di otak. Aku hanya merasa takut, aku hanya bisa menangis.
Mengapa orang lain, tidak merasa demikian? Apakah orang lain juga merasa demikian? Tapi kenapa mereka masih bisa tertawa dan tenang-tenang saja?

Source: tumblr
Semoga Tuhan tidak salah paham, karena jika Dia merasa demikian, celakalah aku..
Tapi aku yakin..aku selalu yakin..Insya Allah..Tuhan tahu, lebih tahu apa yang ada didalam hati.
Aku bukan meragukannya..aku hanya ingin lebih mengenal-Nya..aku hanya ingin lebih mencari tahu tentangnya..bukan ingin menyekutukan-Nya..selama ini aku hanya menerima bukan karena aku yang ingin mencari tahu..begitu juga dengan Nabi..ya Nabi semoga engkau juga tidak salah paham dan masih mau bertemu denganku di akhirat kelak. Ya Allah..aku hanya hambamu yang tak tahu apa-apa..buta..
Aku bimbang, karena banyak sekali tafsir tentang Alquran-kitab yang engkau turunkan sebagai pedoman hidup bagi kami, manusia- aku bimbang Tuhan..aku tidak tahu mana yang benar..mana yang salah..
Banyak sekali hadis yang dikarang-karang..aku bahkan tak tahu mana yang benar, mana yang dikarang..
Padahal Engkau sudah memerintahkan kami untuk mengikuti Sunnah Rasulmu..
Aku bingung, banyak ulama yang pendapatnya berbeda, bahkan ada yang bilang di hari akhir nanti Islam akan dbagi menjadi 73 golongan- semoga angkanya tidak salah- dan hanya 1 golongan yang akan masuk surga, bahkan ada seorang manusia yang bahkan rela mengahabiskan seluruh waktunya percaya dan mencari mana golongan yang paling benar agar dia selamat.
Aku tidak tahu Tuhan..aku hanya tahu engkau satu..Esa..Nabi yang harus aku ikuti adalah Nabi Muhammad, dan kitab yang harus aku amalkan adalah Alquran..
Ada juga yang berdebat tentang hijab syar’i, hijab tidak syar’i..mengkafirkan suatu golongan, hijrah karbitan, atau segala macamnya..Tuhan..aku tidak tahu..
Ada yang bilang kita haram megucapkan selamat bagi non muslim. Jika kita mengucapkan, kita dianggap kafir. Lalu siapa yang berhak mengkafirkan orang? Bukankah itu hanya Engkau ya Allah..
Ada seorang teman bertanya padaku “madhab?..mazhab?..” aku tak tahu..mungkin ini “mazhabmu siapa?” apalagi ini??? Tuhan aku tidak tahu.. dia menjelaskan Imam siapa yang aku ikuti?
Tuhan aku tidak tahu, aku diajarkan agama oleh guru sekolahku, aku merayakan idul Fitri ditanggal yang ditetapkan pemerintah. Katanya “oh berarti Imam Syafi’i” entah..aku tidak tahu Tuhan..
Aku hanya Tahu, imamku adalah Ayahku, dan Nabi yang menajdi pemimpinku kelak di akhirat adalah Nabi Muhammad. Itu saja..
Tuhan..maafkan aku yang tak tahu apa –apa tentangMu, tentang Islam, tentang Nabi..
Ini yang membuat aku ragu Tuhan..aku hanya menerima semua hal tentang-Mu tanpa sempat pernah bertanya..aku merindukan kehadiranMu Tuhan..aku rindu..

Source: tumblr
Aku pernah membaca kisah tentang seorang yang bertanya pada Nabi “Nabi, solat dan puasaku tidak terlalu bagus, tapi Aku mencintai Allah dan mencintaimu ya Nabi, melebihi diriku sendiri..apakah aku akan selamat di Akhirat nanti, apakah aku bisa bertemu denganmu wahai Nabi?” Nabi menjawab “Seseorang akan bersama orang yang dicintainya”

Tuhan..aku takkan pernah berhenti mencari tahu kebenaran tentang Engkau, Malaikat, Nabimu, Alquran, dan akhirat..hanya jika Engkau mengijinkannya..
Maka ijinkanlah aku Tuhan…dan aku mohon hanya satu permintaanku di dunia ini, permintaan yang akan selalu aku minta hingga nafas tak lagi ada, hingga detak tak lagi terasa..

Tuhan…tolong cintai aku..aku mencintaiMu…

Dari bintang kecilMu..anaknya bapak..teman debatnya mama

Untuk kalian..semoga bisa menjawab meski sedikit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar