Kamis, 07 Januari 2016

dandelion

Assalamualaikum.
Selamat Pagi..

Hari ini, Rabu 6 Januari 2016 pukul 8.10 am
Pagi ini aku awali hari dengan perasaan dan otak yang sama. Setelah waktuku habis semalam untuk bermimpi hingga melewatkan waktu berdialogku dengan Tuhan, aku bangun dengan perasaan yang masih sama dan sedikit penyesalan. “hari ini harus lebih baik dari kemarin!”
------------------------------
Setelah kemarin aku mulai mencari – cari matahari, aku membaca kembali tulisan – tulisannya.
Seorang lelaki yang sejak beberapa tahun terakhir mulai bermain di pikiranku, tak sengaja awalnya..kami bertemu di sebuah acara, singkat cerita .lesung pipit dan rambut gondrongnya berhasil menjebak otak dan hatiku. Dasar wanita.
Cintakah aku padanya? Aku tak tahu, yang jelas perasaan ini tak sama seperti yang aku rasakan pada –seorang yang selalu aku sebut dalam doa- ah sudahlah. Mungkin aku hanya kagum pada matahari, kau tahu kan dandelion kecil tak boleh terlalu dekat dengan matahari, nanti dia bisa kering.


Di salah satu sudut kamarku, aku pernah menulis ketika perasaan iini masih menggebu untuk bertemu kembali dengannya, kertas kecil itu bertuliskan
 “Sabuga, 5 Juli 2018.” 
Yaa aku masih berharap, bisa bertemu dengannya lagi.
Kumbang…aku tahu dari semua tulisanmu kau mengharapkan bunga yang lain, disini dandelion tak pernah mengharap kumbang untuk menghinggapinya, karena dandelion hanya butuh angin untuk bahagia.
Tapi sayang, angin tak menghiraukannya.
Cinta,,,bagaimana kabarmu? Rindu ini masih tersimpan rapi disini.
Puisi ini masih menunggumu untuk disampaikan.
-untuk lelaki yang mengenalkanku pada cinta-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar