malu rasanya menulis lagi disini. entah mengapa keinginanku untuk menulis kembali memuncak.
aku juga tidak tahu apa yang aku tulis ini. emboh.
yang aku tahu, kedua malaikat disebelahku siap mencatat segala yang aku lakukan. jadi, daripada mereka mencatat amal burukku, karena aku menulis hal yang sia - sia, maka aku akan menulis sesuatu yang akan dicatat sebagai amal baik untukku.
sore itu menjelang senja, seketika aku diingatkan oleh jodoh kita yang akan pasti datang yaitu 'kematian'
takutkah aku? jelas. siapa yang tidak takut mati? hmm pasti ada, dan kita semua tahu itu, dia yang tersenyum manis pada kematian..
aku bukanlah ciptaannya yang taat, kadang solat aku tinggalkan, bukan kadang tapi sering..dosaku tidak terlalu ekstrim sih, tapi menyeramkan. aku sering berbohong pada orang tua, kadang bikin mama nangis, itu sudah termasuk dosa besar. Seorang sahabat pernah bertanya pada Nabi Muhammad, kurang lebihnya seperti ini "Rasul, siapakah orang yang harus kita muliakan di dunia ini?
"ibumu" kata Rasul
"lalu siapa lagi?" tanya sahabat lagi
"ibumu" jawab Rasul lagi
"lalu siapa lagi ya Rasul?
"ibumu..lalu bapakmu" kata Rasulullah.
jelaslah, ibu..ibu..ibu..lalu bapak.
tak sepantasnya kita membuatnya bersedih. aku juga tak sepantasnya berbuat seperti itu.
tapi aku juga tidak bisa menyalahkan setan yang menutup kedua mata dan telingaku. karena aku juga mengikutinya. sekarang aku menyesal, penyesalan yang aku harap bisa sedikit mengurangi dosaku.
seketika itu juga, disenja september aku teringat kedua orang tuaku. Berbagai pertanyaan dan cemas berkecamuk di pikiranku, di otak kecilku.
"apa yang terjadi pada orang tuaku?" "apakah mereka baik-baik saja?" "ya Allah lindungi mereka"
jantungku berdetak kencang tak karuan, aku mengira penyesalanku di senja itu tak akan ada artinya, namu ketika aku melihat kedua orang tuaku dalam keadaan sehat dan tersenyum, aku hanya bisa mengucap syukur dan berkatalah aku pada diriku "aku tidak akan mengecewakan mereka lagi" "aku akan selalu membuat mereka tersenyum"
Namun, berbulan - bulan setelahnya, dosa kembali aku lakukan. maafkan aku Tuhan,
ibuku kembali menangis karenaku..aku merasa hina dan tak mampu berbuat apa - apa.
aku hanya berdoa pada Tuhan agar ibuku mau memaafkan aku, dan Tuhan memang maha mendengar dan tak pernah bosan menyayangi umatnya. ibuku mau memaafkanku dan disitulah proses hijrahku dimulai.aku hanya gadis biasa, banyak dosa, banyak salah. tapi Tuhan selalu menerimaku bagaimanapun aku.
kadang aku meragukannya, tapi Tuhan tak pernah sekalipun meninggalkanku.
aku malu sebenarnya, tapi tak ada kata yang bisa melukiskannya, sungguh Allah maha tahu apa yang ada didalam hati hambanya...
aku..sekarang dan dulu semoga sudah menjadi pribadi yang berbeda, tapi aku takkan pernah letih berdoa, Allah adalah pemilik hati ini, Maha pembolak - balik hati manusia. imanku lebih labil dari tanah vertisol, lebih labil dari anak abg jaman sekarang. di waktu fajar aku masih bisa menjaga imanku, tapi dikala petang datang, imanku sedikit turun dan goyah. Kawan, janganlah pernah berputus asa, atas ijin Allah..apabila kita selalu istiqomah..Allah akan selalu bersama kita. Janji Allah itu pasti bagi orang-orang yang beriman. aku percaya itu
wassalam.
humairah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar